Tentang Nando Rifky
Praktisi SEO, pengelola website, dan penulis konten berbasis pengalaman.
Saya Nando Rifky. Saya membantu pemilik website membaca masalah SEO dengan lebih jernih, menentukan prioritas yang masuk akal, dan mengerjakan optimasi tanpa janji yang berlebihan.
Fokus kerja saya ada di SEO on-page, SEO lokal, backlink, manajemen konten, dan pengelolaan website WordPress. Saya juga menulis artikel SEO dan halaman layanan dengan pendekatan yang sama: pahami intent, susun struktur, lalu pastikan kontennya benar-benar menjawab kebutuhan pembaca.
SEO yang sehat bukan soal mengejar trik paling baru, tetapi memahami halaman mana yang perlu diperbaiki, konten mana yang layak diperkuat, dan sinyal trust apa yang masih kurang.
Yang Saya Kerjakan
Standar Penulisan Artikel
Saya tidak melihat artikel SEO sebagai teks panjang yang diisi keyword. Artikel yang baik harus punya arah. Pembaca perlu tahu jawabannya, mesin pencari perlu memahami konteksnya, dan pemilik website perlu mendapat halaman yang bisa dipertanggungjawabkan.
Karena itu, standar saya bukan hanya jumlah kata. Saya melihat intent, struktur heading, akurasi, sumber, contoh, internal context, dan apakah pembaca masih perlu mencari ulang setelah membaca artikel tersebut.
AI Bisa Membantu, Tapi Tidak Menggantikan Editor
Saya tidak anti-AI. AI bisa membantu riset awal, outline, variasi angle, atau editing bahasa. Tetapi keputusan editorial tetap harus datang dari manusia. Kalau sebuah artikel salah, terlalu umum, atau tidak punya nilai tambah, fakta bahwa AI hanya "membantu" tidak membuatnya otomatis layak publish.
Cara Saya Menulis Konten
- 1 Memahami tujuan halaman dan siapa pembacanya
- 2 Mengecek intent utama dan pola SERP
- 3 Menyusun outline agar jawaban penting muncul lebih awal
- 4 Menulis konten dengan contoh, batasan, dan konteks yang relevan
- 5 Mengecek fakta, sumber, dan klaim penting
- 6 Mengedit alur baca, CTA, dan bagian yang masih terlalu generik
- 7 Menentukan apakah konten perlu internal link, update lanjutan, atau pendukung tambahan
Prosesnya bisa berbeda untuk tiap topik. Artikel update algoritma Google tidak bisa diperlakukan sama dengan halaman jasa lokal. Konten BOFU juga tidak sama dengan artikel edukasi. Yang sama adalah cara membacanya: mulai dari kebutuhan pembaca, bukan dari template.
Jenis Konten yang Biasa Saya Kerjakan
Cara Saya Bekerja
Saya biasanya tidak mulai dari jumlah kata, skor tools, atau daftar keyword yang panjang. Saya mulai dari pertanyaan yang lebih dasar. Apakah halaman ini menjawab kebutuhan pencari? Apakah struktur website membantu Google memahami prioritas bisnis? Apakah kontennya cukup dipercaya dibanding halaman lain di SERP?
Dari sana, baru pekerjaan teknis dan konten disusun. Kadang prioritasnya memperbaiki halaman layanan. Kadang internal link. Kadang konten lama perlu dipangkas. Kadang website belum siap diberi backlink karena fondasinya masih lemah.
Prinsip yang Saya Pegang
- Tidak menjanjikan ranking instan.
- Tidak memakai pendekatan yang sama untuk semua website.
- Tidak menambah konten hanya karena ingin terlihat aktif.
- Tidak memakai backlink tanpa melihat kesiapan halaman target.
- Lebih memilih perbaikan bertahap yang bisa dipantau datanya.
Bukti dan Halaman Terkait
Jika ingin melihat contoh kerja yang lebih konkret, beberapa halaman di website ini bisa membantu. Ada portfolio proyek, contoh tulisan, halaman jasa, dan artikel blog yang saya tulis dengan gaya yang lebih praktis.
Kenapa Saya Menulis
Banyak pembahasan SEO terlalu dibuat rumit atau terlalu disederhanakan. Di blog ini, saya mencoba menulis dengan cara yang lebih praktis. Kadang membahas update Google, kadang membedah cara membaca konten, kadang menjelaskan hal teknis yang sering disalahpahami.
Tujuannya bukan membuat SEO terlihat mudah. Tujuannya membantu pembaca tahu mana yang perlu dikerjakan lebih dulu, mana yang bisa ditunda, dan mana yang sebaiknya tidak dilakukan.
Saya lebih suka menulis dengan bahasa yang langsung, tetapi tetap hati-hati. Kalau ada klaim yang perlu sumber, sumbernya harus jelas. Kalau ada strategi yang punya risiko, risikonya perlu disebut. Kalau sebuah taktik belum tentu cocok untuk semua website, batasannya harus dijelaskan.